Lir ilir lir ilir tandure wis sumilir
Tak ijo royo - royo tak sengguh temanten anyar
Bocah angon 2x penekna blimbing kuwi
Lunyu lunyu penekna kanggo masuh dodotira
Dodotira 2x kumitir bedhah ing pinggir
Jumatana domdomana kanggo seba mengko sore
Mumpung padhang rembulane
Mumpung jembar kalangane
Ya suraka surak hore
Tembang Jawa ini banyak orang mengira hasil karya Sunan Kali Jaga, tapi tidak ada bukti yang valid kalau tembang ini memang hasil karya Sunan Kali Jaga.
Ajaran leluhur Jawa bersifat universal, jadi kurang tepat kalau tembang ini ditarik maknakan/ diartikan ke agama tertentu.
Contoh : buah belimbing itu ada 5 sisi/ sudut, dan ada sebagian orang mengartikan sebagai shalat 5 waktu (padahal ada buah belimbing yang tidak bersudut/ sisi 5 yaitu belimbing wuluh). Ada ajaran Jawa yang mengatakan bahwa manusia itu sebaiknya mengurangi/ menghindari molimo/ 5 M yaitu : 1. Tidak main perempuan/ madon (sex berlebihan) 2. Tidak berjudi/ main (hidup harus pasti/ nyata atau tidak untung-untungan) 3. Tidak minum-minuman keras/ minum (mabok) 4. Tidak madat (narkoba) 5. Tidak mencuri/ maling
bersambung...
Comments
Post a Comment