Si Kakek Elang duduk termenung di atas ranting cemara di sebuah bukit di kaki Gunung Srandil . Si Kakek Elang ini merasa prihatin melihat nasib anak cucunya yang semakin hari semakin berat dalam menjalani kehidupannya. Dimana makanan semakin langka dan semakin sulit saja didapatkan, akibat keserakahan bangsa manusia. " Yah apakah nasib bangsaku harus seperti ini" batin Si Kakek Elang dalam kesendiriannya. Tidak seperti masa-masa mudaku dulu, dimana bangsa manusia mau bersahabat dengan bangsaku, saling memgasihi, hidup rukun, damai tak ada perselisihan. Yah itu dulu, sebelum tanah kelahiranku ini banyak dihuni oleh bangsa manusia. Tapi inilah kodrat Tuhan yang harus dijalani, siapapun juga tidak akan sanggup untuk menghindarinya. Si Kakek Elang ini sekarang tinggal dengan cucu satu-satunya yang bernama Si Gemilang , dimana bapak ibunya telah mati dibunuh oleh bangsa manusia. Dan sampai sekarang Si Kakek Elang tidak pernah mengerti apa salah dari kedua orangtua S...
MAJULAH ANAK ANAK INDONESIA