Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Dongeng

Elang Dan Tikus Putih

Si Kakek Elang duduk termenung di atas ranting cemara di sebuah bukit di kaki Gunung Srandil . Si Kakek Elang ini merasa prihatin melihat nasib anak cucunya yang semakin hari semakin berat dalam menjalani kehidupannya. Dimana makanan semakin langka dan semakin sulit saja didapatkan, akibat keserakahan bangsa manusia.  " Yah apakah nasib bangsaku harus seperti ini" batin Si Kakek Elang dalam kesendiriannya. Tidak seperti masa-masa mudaku dulu, dimana bangsa manusia mau bersahabat dengan bangsaku, saling memgasihi, hidup rukun, damai tak ada perselisihan. Yah itu dulu, sebelum tanah kelahiranku ini banyak dihuni oleh bangsa manusia. Tapi inilah kodrat Tuhan yang harus dijalani, siapapun juga tidak akan sanggup untuk menghindarinya. Si Kakek Elang ini sekarang tinggal dengan cucu satu-satunya yang bernama Si Gemilang , dimana bapak ibunya telah mati dibunuh oleh bangsa manusia. Dan sampai sekarang Si Kakek Elang tidak pernah mengerti apa salah dari kedua orangtua S...

Si Buta Yang Pandai

Al-kisah di sebuah negeri di atas awan ada sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Karapandai. Kerajaan  yang aman tenteram, rakyatnya hidup makmur, dengan dipimpin sang raja yang bijaksana bernama Raja Kudapandai sedang gundah gulana hatinya. Beliau memikirkan putrinya yang cantik jelita bernama Putri Sekar Serapandai yang belum juga menikah, padahal sudah cukup umur untuk segera berumah tangga. Setiap malam Sang Raja Kudapandai bersama permaisuri yang bernama Putri Sekar Lalapandai memohon kepada Tuhan untuk segera memeberikan jodoh untuk putri satu-satunya itu.  Hingga suatu ketika sang raja berkata kepada permaisurinya : Sang Raja : Istriku...hatiku gundah, bagaimana tidak putri kita satu-satunya belum juga berjodoh hingga kini, apa ada yang salah pada diriku dalam memimpin kerajaan ini ? Permaisuri : Sabarlah kakanda...kakanda tidak salah, mungkin belum waktunya putri kita untuk segera berumahtangga, mungkin Tuhan masih memilihkan jodoh yang terbaik untuk put...

Si Mentok Gemuk Dan Cacing Tanah

Tersebutlah kisah di sebuah desa ditepian hutan yang masih lebat, disana terdapat sebuah sendang yang sangat jernih airnya. Masyarakat desa menyebutnya dengan Sendang Ijo . Karena sangat jernih airnya, sehingga dasar sendang yang cukup dalam dan luas itu bisa dilihat dari atas, yang ternyata di dasarnya banyak ditumbuhi pepohonan air. Sehingga airnya berwarna kehijau-hijauan, selaras dengan warna daun pohon-pohon tadi. Setiap hari masyarakat desa menggunakan air sendang itu untuk keperluan rumahtangga sehari-hari, misalnya untuk mencuci, mandi dan keperluan lainnya. Tidak jarang juga anak-anak desa sering bermain-main di sendang itu untuk mandi. Disuatu pagi yang masih tamaran, karena matahari belum muncul di ufuk timur segerombolan menthok berjumlah puluhan dipimpin Si Menthok Gemuk , yang oleh kawanannya sering di panggil Bos Mendem , seperti biasa mencari sarapan pagi di sendang Ijo. Gerombolan menthok dengan rakusnya memakan apa saja yang bisa dimakannya. Dan yang menjadi...

Buaya Putih

Setelah kalah perang dengan Satria Tanah Dewa dan terlempar sampai ke tengah laut Raksasa Bodoh Pemangsa Manusia berubah menjadi seekor Buaya Putih.  "Aku boleh kalah sama kamu hai...satria perkasa, tapi awas aku akan terus meneror anak cucumu supaya menjadi pengikutku, menjadi hamba-hambaku yang paling setia dan patuh akan semua perintahku". Itulah ancaman Raksasa Bodoh Pemangsa Manusia terhadap anak cucu Satria Tanah Dewa. "Silakan saja kalau kamu mampu...tapi apapun tindakanmu, acamanmu adalah tanggungjawabmu sendiri, kamu yang akan menanggung akibatnya sendiri, bila Sang NataJagad Tanah Dewa tidak terima akan semua ancamanmu terhadap anak cucuku kelak", jawab Satria Tanah Dewa mantap. "Hahahaha...aku tidak takut...aku tidak kenal Sang NataJagad Tanah Dewa ...??? "Kamu bukan berasal dari Tanah Dewa , jadi kamu tidak mungkin tahu Sang NataJagad Tanah Dewa ini, biarlah aku dan anak cucuku yang mengetahuinya" dengan sabar Satria Tan...