Skip to main content

ABBA - Fernando

Can you hear the drums, Fernando ?
I remember long ago
Another starry night like this
In the fire light, Fernando ?
You were humming to yourselft
And softly strumming your guitar
I could hear the distant drums
And sounds and bugle calls
Were coming for a far

They were closer now, Fernando ?
Every hour
Every minute seemed to last eternally
I was so afraid, Fernando ?
We were young and full of life
And none of us prepared to die
And I'm not ashamed to say,
The roars of guns and cannons
Almost made me cry

There was something in the air that night
The stars were bright, Fernando
They were shinning there for you and me
For liberty Fernando

Though we never though that we could lose
There's no regret
If I had to do the same again
I would my friend, Fernando
If I had to do the same again
I would my friend, Fernando

Now we we're old and grey, Fernando ?
And since many years
I haven't seen a rifle in your hand
Can you hear the drums, Fernando ?
Do you still recall the fateful night
We crossed the Rio Grande ?
I could see it in your eyes,
How proud you were to fight
For freedom in this land

There was something in the air that night
The stars were bright, Fernando
They were shinning there for you and me
For liberty Fernando

Though we never though that we could lose
There's no regret
If I had to do the same again
I would my friend, Fernando

There was something in the air that night
The stars were bright, Fernando
They were shinning there for you and me
For liberty Fernando

Though we never though that we could lose
There's no regret
If I had to do the same again
I would my friend, Fernando 

Yes, if I had to do the same again
I would my friend, Fernando
If I had to do the same again
I would my friend, Fernando

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Si Mentok Gemuk Dan Cacing Tanah

Tersebutlah kisah di sebuah desa ditepian hutan yang masih lebat, disana terdapat sebuah sendang yang sangat jernih airnya. Masyarakat desa menyebutnya dengan Sendang Ijo . Karena sangat jernih airnya, sehingga dasar sendang yang cukup dalam dan luas itu bisa dilihat dari atas, yang ternyata di dasarnya banyak ditumbuhi pepohonan air. Sehingga airnya berwarna kehijau-hijauan, selaras dengan warna daun pohon-pohon tadi. Setiap hari masyarakat desa menggunakan air sendang itu untuk keperluan rumahtangga sehari-hari, misalnya untuk mencuci, mandi dan keperluan lainnya. Tidak jarang juga anak-anak desa sering bermain-main di sendang itu untuk mandi. Disuatu pagi yang masih tamaran, karena matahari belum muncul di ufuk timur segerombolan menthok berjumlah puluhan dipimpin Si Menthok Gemuk , yang oleh kawanannya sering di panggil Bos Mendem , seperti biasa mencari sarapan pagi di sendang Ijo. Gerombolan menthok dengan rakusnya memakan apa saja yang bisa dimakannya. Dan yang menjadi...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci