Skip to main content

Merpati Band - Wanita Yang Mencintaimu


Kemarin kau putuskan mengakhiri kisah ini
Tak urung ku pikirkan apa salahku padamu
Dan ku tak mengerti
Dengan alasan yang kau beri
Karena mereka yang tak merestui

Pernah ku mencoba
Kan ku meminta kepastianmu
Namun takut kau menganggapku
Mengemis cintamu

Bila ku teruskan pastinya
Kau kan tetap bertahan
Takkan merubah keyakinan hati dan cintamu
Ohoho

Perasaanku yang terlanjur sudah
Tersimpan dalam hatiku
Tak begitu saja dapat terhapuskan
Meski kau dengan mudahnya
Dapat pengganti diriku
Bisakah kau menghargai sedikit perasaanku
Tak terhitung hari kau tak sendiri lagi

Sebagai seorang wanita
Yang pernah mencintaimu
Harusnya kau tahu betapa hancurnya hatiku
Biar ku mencoba kan ku terima keadaannya
Bila ternyata kau bahagia
Telah berdua dengannya...hohoho

Perasaanku yang terlanjur sudah
Tersimpan dalam hatiku
Tak begitu saja dapat terhapuskan
Meski kau dengan mudahnya
Dapat pengganti diriku
Bisakah kau menghargai sedikit perasaanku
Tak terhitung hari kau tak sendiri lagi

Sebagai seorang wanita
Yang pernah mencintaimu

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Serat Wedhatama : Sinom

15 Nulodho laku utomo Tumrape wong Tanah Jawi Wong Agong ing Ngeksigondo Panembahan Senopati Kepati amarsudi Sudane howo lan nepsu Pinepsu topo broto Tanapi ing siyang ratri Amamangun karyenak tyasing sesame 16 Samangsane pasamuan Mamangun marto martani Sinambi ing saben mongso Kolo kalaning asepi Nggayoh geyongane kayon Kayungyun eninging tyas Sanityoso pinrihatin Pugoh panggak segah dahar lawan nendro 17 Saben mendro saking wismo Lelono lalading sepi Ngingsep sepuhing supeno Mrih prono pranaweng kapti Tis tising tyas marsudi Mardawaning budyo tulus Mesu reh kasudarman Neng tepining jalanidhi Sruning broto kataman wahyu dyatmoko 18 Wikan wengkoning samodro Kaderan wus den ideri Kinemat kamot hing driyo Rinegan segegem dadi Dumadyo angratoni Nenggih Kanjeng Ratu Kidul Ndedel nggayoh nggegono Umoro marak maripih Sor prabowo lan wong Agong Ngeksigondo 19 Dahat deniro aminto Sinupeket pangkat kanthi Jroning alam palimunan Ing pasaban saben sepi Sumanggem anyannggeni Ing karso kang wus tin...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci