Skip to main content

Nicky Astria - Kau


Padamu diriku tak pernah coba
Memahami hatiku
Padamu diriku terlalu membuat kau
Resah denganku

Padamu diriku senantiasa
Mengekang kebebasanmu
Padamu diriku tak ihklas bernaung
Dalam percintaan
Engkau terbelenggu...wo...uwo

Padaku dirimu tak pernah menilai
Kasih dan sayangku
Padaku dirimu sengaja membuat ku
Rasa keliru

Padaku dirimu terlupa betapa ku
Cinta padamu
Padaku dirimu terlalu mengira
Kesilapanku

Karena kau kau kau terlalu egois
Mengapa kau kau kau terlupa romantis
Terlalu kau kau kau menyanyangi aku
Sehingga kau kau kau menjadi cemburu

Dikala aku masih menyintaimu 
Aku masih setia padamu 
Usah engkau tarik jemariku
Untuk cinta suci
Usah biarkan ku mendekati dijiwamu

Padaku dirimu tak pernah menilai
Kasih dan sayangku
Padaku dirimu sengaja membuat ku
Rasa keliru

Padaku dirimu terlupa betapa ku
Cinta padamu
Padaku dirimu terlalu mengira
Kesilapanku

Karena kau kau kau terlalu egois
Mengapa kau kau kau terlupa romantis
Terlalu kau kau kau menyanyangi aku
Sehingga kau kau kau menjadi cemburu

Dikala aku masih menyintaimu 
Aku masih setia padamu 
Usah engkau tarik jemariku
Untuk cinta suci
Usah biarkan ku mendekati dijiwamu

Biarkan ku mendekati dijiwamu...o...uwo
Biarkan ku mendekati dijiwamu...o...uwo

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Serat Wedhatama : Sinom

15 Nulodho laku utomo Tumrape wong Tanah Jawi Wong Agong ing Ngeksigondo Panembahan Senopati Kepati amarsudi Sudane howo lan nepsu Pinepsu topo broto Tanapi ing siyang ratri Amamangun karyenak tyasing sesame 16 Samangsane pasamuan Mamangun marto martani Sinambi ing saben mongso Kolo kalaning asepi Nggayoh geyongane kayon Kayungyun eninging tyas Sanityoso pinrihatin Pugoh panggak segah dahar lawan nendro 17 Saben mendro saking wismo Lelono lalading sepi Ngingsep sepuhing supeno Mrih prono pranaweng kapti Tis tising tyas marsudi Mardawaning budyo tulus Mesu reh kasudarman Neng tepining jalanidhi Sruning broto kataman wahyu dyatmoko 18 Wikan wengkoning samodro Kaderan wus den ideri Kinemat kamot hing driyo Rinegan segegem dadi Dumadyo angratoni Nenggih Kanjeng Ratu Kidul Ndedel nggayoh nggegono Umoro marak maripih Sor prabowo lan wong Agong Ngeksigondo 19 Dahat deniro aminto Sinupeket pangkat kanthi Jroning alam palimunan Ing pasaban saben sepi Sumanggem anyannggeni Ing karso kang wus tin...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci