Skip to main content

Nicky Astria - Mistery Cinta


Kala cinta berlabuh di dermaga
Ku telusuri karang terjang berliku
Tak perduli pasirnya melukai
Aku pasrah dalam rangkulnya

Bila cinta berlumur dusta
Aku tenggelam dalam peluknya
Sebab dia memberi surya
Walau dia perih menyalipku

Pedihnya kemesraan yang dalam
Adalah luka karena tingkahnya
Tetes darah di atas suka cita
Adalah suka rela di atas getahnya

Aku menjadi bulan atas riaknya
Aku menjadi bintang di atas gelombang
Aku menjadi segala yang di inginkannya
Untuk didamparkan di pantai ini

Pedihnya kemesraan yang dalam
Adalah luka karena tingkahnya
Tetes darah di atas suka cita
Adalah sukarela di atas getahnya

Aku menjadi bulan atas riaknya
Aku menjadi bintang di atas gelombang
Aku menjadi segala yang di inginkannya
Untuk didamparkan di pantai ini

 Di pantai ini
 Di pantai ini
 Di pantai ini
 Di pantai ini
 Di pantai ini
 Di pantai ini

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Serat Wedhatama : Sinom

15 Nulodho laku utomo Tumrape wong Tanah Jawi Wong Agong ing Ngeksigondo Panembahan Senopati Kepati amarsudi Sudane howo lan nepsu Pinepsu topo broto Tanapi ing siyang ratri Amamangun karyenak tyasing sesame 16 Samangsane pasamuan Mamangun marto martani Sinambi ing saben mongso Kolo kalaning asepi Nggayoh geyongane kayon Kayungyun eninging tyas Sanityoso pinrihatin Pugoh panggak segah dahar lawan nendro 17 Saben mendro saking wismo Lelono lalading sepi Ngingsep sepuhing supeno Mrih prono pranaweng kapti Tis tising tyas marsudi Mardawaning budyo tulus Mesu reh kasudarman Neng tepining jalanidhi Sruning broto kataman wahyu dyatmoko 18 Wikan wengkoning samodro Kaderan wus den ideri Kinemat kamot hing driyo Rinegan segegem dadi Dumadyo angratoni Nenggih Kanjeng Ratu Kidul Ndedel nggayoh nggegono Umoro marak maripih Sor prabowo lan wong Agong Ngeksigondo 19 Dahat deniro aminto Sinupeket pangkat kanthi Jroning alam palimunan Ing pasaban saben sepi Sumanggem anyannggeni Ing karso kang wus tin...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci