Skip to main content

Mel Shandy - Perjalanan Panjang


Ku tulis syair untuk sebuah lagu
Jelajahi ruas nada nada jalanan
Yang ku bayangkan tak bertepi
Tembus rimba belantara

Ku arungi hamparan laut debu
Lintasi padang ilalang perdu
Belah kubangan berakhir khayal
Dan ku terjang gelombang samudera

Ku nyanyikan lagu ini jaman yang lalu
Ku nyanyikan syair ini merobek anganku
Ku sayati duka lalu dengan pisau hati
Ku rentangkan jiwa ini
Menyongsong soal baru

Semerdu senandung wajah pagi
Agar hidup lebih lama lagi
Aku rasakan dan ku nikmati
Semangat ini takkan mati
Takkan mati takkan mati

Ku nyanyikan lagu ini jaman yang lalu
Ku nyanyikan syair ini robek anganku
Ku sayati duka lalu dengan pisau hati
Ku rentangkan jiwa ini
Menyongsong soal baru

Wouwooo...mana ceritaku
Wouwooo...mana suaraku

Ku nyanyikan lagu ini jaman yang lalu
Ku nyanyikan syair ini robek anganku
Ku sayati duka lalu dengan pisau hati

Ku rentangkan jiwa ini
Menyongsong soal baru

Houwooo...dengan ceritaku
Houwooo...dalam suaraku

Ku sayati duka lalu dengan pisau hati
Ku rentangkan jiwa ini
Menyongsong soal baru
Houwooo...uwooo...uwooo...uwooo

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Serat Wedhatama : Sinom

15 Nulodho laku utomo Tumrape wong Tanah Jawi Wong Agong ing Ngeksigondo Panembahan Senopati Kepati amarsudi Sudane howo lan nepsu Pinepsu topo broto Tanapi ing siyang ratri Amamangun karyenak tyasing sesame 16 Samangsane pasamuan Mamangun marto martani Sinambi ing saben mongso Kolo kalaning asepi Nggayoh geyongane kayon Kayungyun eninging tyas Sanityoso pinrihatin Pugoh panggak segah dahar lawan nendro 17 Saben mendro saking wismo Lelono lalading sepi Ngingsep sepuhing supeno Mrih prono pranaweng kapti Tis tising tyas marsudi Mardawaning budyo tulus Mesu reh kasudarman Neng tepining jalanidhi Sruning broto kataman wahyu dyatmoko 18 Wikan wengkoning samodro Kaderan wus den ideri Kinemat kamot hing driyo Rinegan segegem dadi Dumadyo angratoni Nenggih Kanjeng Ratu Kidul Ndedel nggayoh nggegono Umoro marak maripih Sor prabowo lan wong Agong Ngeksigondo 19 Dahat deniro aminto Sinupeket pangkat kanthi Jroning alam palimunan Ing pasaban saben sepi Sumanggem anyannggeni Ing karso kang wus tin...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci