Skip to main content

Disaat Sendiri - Dadali

Hari hari demi hari telah ku lewati
Tak pernah aku bersamamu lagi
Tak pernah aku menduga
Kau akan pergi tinggalkan aku

Jauh kau pergi tinggalkan diriku
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu

Rindu aku sangat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku terbangun dari tidurku

Rindu aku sagat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku sendiri

Ooooh...
Jauh kau pergi tinggalkan diriku
Sepi hati ini membunuhku
Ku coba untuk cari penggantimu
Namun tak ada yang sepertimu

Rindu aku sangat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku terbangun dari tidurku

Rindu aku sagat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku sendiri

Rindu aku sangat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku terbangun dari tidurku

Rindu aku sagat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku terbnagun dari tidurku

Rindu aku sagat rindu kamu
Terasa saja kau masih ada di dekatku
Tak mudah aku melupakan dirimu
Disaat aku sendiri

Comments

Popular posts from this blog

Dewi Purwati - Bangku Tua Jadi Saksi

  Bila ku duduk di sini Ku ingat belaian sayangmu Di sini di bangku ini Ada memory kau dan aku Saling lepas rindumu dan rinduku Saat kau kecup pipiku Serasa jantungku melayang Berdebar debar di dada Saat jemari tanganku Kau kecup dengan mesranya Aduh sepanas api yang biru Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Masihkah kau ingat sayang Di bangku tua ini Yang masih ingatkah bangku tua ini Di sana kau belai rambutku Dan kau nyatakan cinta setia kepadaku  Seneng deh sampai sampai Ku bawa dalam mimpi Percaya nggak ? Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan mesramu Masihkah kau ingat ke sini Kau belai rambut dengan mesra Kau nyatakan cinta setia Sungguh indah penuh kenangan Di sini di bangku tua ini Ku ingin seperti yang dulu Ada tawa ada candamu Ada pandangan...

Serat Wedhatama : Sinom

15 Nulodho laku utomo Tumrape wong Tanah Jawi Wong Agong ing Ngeksigondo Panembahan Senopati Kepati amarsudi Sudane howo lan nepsu Pinepsu topo broto Tanapi ing siyang ratri Amamangun karyenak tyasing sesame 16 Samangsane pasamuan Mamangun marto martani Sinambi ing saben mongso Kolo kalaning asepi Nggayoh geyongane kayon Kayungyun eninging tyas Sanityoso pinrihatin Pugoh panggak segah dahar lawan nendro 17 Saben mendro saking wismo Lelono lalading sepi Ngingsep sepuhing supeno Mrih prono pranaweng kapti Tis tising tyas marsudi Mardawaning budyo tulus Mesu reh kasudarman Neng tepining jalanidhi Sruning broto kataman wahyu dyatmoko 18 Wikan wengkoning samodro Kaderan wus den ideri Kinemat kamot hing driyo Rinegan segegem dadi Dumadyo angratoni Nenggih Kanjeng Ratu Kidul Ndedel nggayoh nggegono Umoro marak maripih Sor prabowo lan wong Agong Ngeksigondo 19 Dahat deniro aminto Sinupeket pangkat kanthi Jroning alam palimunan Ing pasaban saben sepi Sumanggem anyannggeni Ing karso kang wus tin...

Kr. Telaga Biru - Tuti Trisedya

Waktu bulan mulai bercahya Pancarkan sinarnya Berkilauan air di telaga Telaga biru maya Di tengahnya bambu sejuta Menghijau warnanya Kemilau sinarnya di telaga Telaga biru maya Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci Diwaktu malam bulan purnama Terdengar nyanyian surga Bidadari yang bersuka riang Menghibur hati di telaga Di tengahnya rimba yang sunyi Telaga bidadari Bunga surga yang mengharumi Telaga biru suci